OCEAN, band metalcore asal Surabaya yang berdiri sejak 2018, kembali ke skena pada September 2026 setelah terakhir merilis Dying or Suicide pada 2024. Kembalinya OCEAN sekaligus menandai babak baru bersama formasi Asyiqun (vokal), Dwi (bass), Kiki dan Tino (gitar), serta Jho (drum).
Di fase terbaru ini, OCEAN memperluas karakter musik mereka dengan memadukan Grindcore, Blackened Hardcore, dan Metalcore. Perubahan tersebut menghasilkan warna musik yang lebih gelap, agresif, dan brutal, sekaligus menjadi perkembangan baru dari identitas musikal mereka sebelumnya.
Eksplorasi tersebut dituangkan melalui maxi single “Trinitas Berkarat”, yang berisi dua lagu, yaitu “Trinitas” dan “Jerat Berkarat”. Keduanya membawa perpaduan agresi Grindcore, atmosfer Blackened Hardcore, serta fondasi Metalcore yang tetap menjadi bagian dari karakter OCEAN.
Secara tematik, kedua lagu mengangkat kritik terhadap kemunafikan, doktrin, manipulasi spiritual, dan praktik keagamaan yang kehilangan makna. “Trinitas” menggunakan simbol seperti firman palsu, gembala, dosa, pengampunan, dan surga yang berkarat, sementara “Jerat Berkarat” memperdalam narasi melalui tema sakramen, dusta, manipulasi spiritual, perpuluhan, dendam, serta belenggu keyakinan.
“Trinitas Berkarat” menjadi rilisan terbaru OCEAN setelah Nehemyah (2020), Annihilation (2022), Celaka (2023), dan Dying or Suicide (2024), sekaligus menandai dimulainya fase baru perjalanan musikal mereka.
Comments (0)
Login to post a comment.