Cerita Hari Ini : Jatuh Cinta, Sekali Lagi.

Di antara Bulan & Venus.

Collumn September 17, 2026 1 min read

Cerita Hari Ini : Jatuh Cinta, Sekali Lagi.

By gee

Aku yang kembali menemuinya, kembali menghadapinya, kembali merasakannya. Di kala gembira menyertai hati dan cerita yang kian lama tak terasa membebani.


Entah apa yang mendamba pikiran dan emosi, yang menjadikan aku kembali tidak ingin merasakan sepi, yang kemudian merubah cara pandang dan pikiran ini, terhadap kamu sang pengisi hati.


Kadang jiwaku terasa lara, kala tak ada satu onggok pun yang dapat kubagi rasa, atau mungkin memang hanya saja aku yang tak pernah mau menerima apa yang diberi.


Ah, aku rasa memang saatnya untukku Jatuh Cinta, Sekali Lagi.

Cerita Hari Ini Collumn Poem

Comments (0)

Login to post a comment.

Related Articles

Cerita Hari Ini: "farewell"
Collumn Aug 18, 2026

Cerita Hari Ini: "farewell"

Iringan lagu hale berjudul blue sky akhir-akhir ini menumbuhkan keoptimisan ku untuk tetap terus bertahan dengan perpisahan yang banyak terjadi. juga menulis ini.

Cerita Hari Ini : pada akhirnya, kita cuman punya diri sendiri
Collumn May 22, 2026

Cerita Hari Ini : pada akhirnya, kita cuman punya diri sendiri

in the end, we only have ourselves a sentence that immediately chokes me. at 3:55 am. i suddenly remember those times when my days were surrounded by people,

Cerita Hari Ini : "Terpaksa" di Jakarta
Collumn Apr 20, 2026

Cerita Hari Ini : "Terpaksa" di Jakarta

Setelah kemarin "dipaksa" bawa motor sendirian di Jakarta, tadi, sepulang kerja terbesit, "tar dulu ah, belum mau pulang" seolah jadi kalimat pembuka untuk akhir pekan yang menyenangkan.

Cerita Hari Ini : Berapa lama lagi waktu yang gue punya?
Collumn Apr 06, 2026

Cerita Hari Ini : Berapa lama lagi waktu yang gue punya?

Sama seperti banyak keluarga indonesia di luar sana, dulu keluarga gue pun bukan tipikal keluarga yang ikut serta dengan perayaan seperti tahun baru, hari ibu, hari ayah dan hari ulang tahun. Rasanya janggal salah satu dari kami bilang “selamat hari ibu, mah”, “Selamat Ulang tahun, pak” atau “Selamat ulang tahun, cep” gak pernah ada kue ulang tahun di meja makan atau ruang tengah rumah kami waktu itu.